Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena dapat menyebabkan kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok anak-anak. Upaya pengendalian DBD membutuhkan pendekatan promotif dan preventif melalui pemberdayaan masyarakat sejak usia dini. Program Kader Jumantik Cilik dikembangkan sebagai strategi berbasis sekolah untuk meningkatkan peran siswa dalam pemantauan jentik nyamuk, meningkatkan angka bebas jentik (ABJ), serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Siluman, Kota Tasikmalaya, dengan melibatkan 25 siswa sebagai kader Jumantik Cilik. Siswa diberikan pelatihan mengenai pencegahan DBD, pemeriksaan jentik, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta pelaporan hasil pemantauan melalui formulir dan media digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi, laporan mingguan, serta pengukuran pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan angka bebas jentik (ABJ) dari 72% menjadi 92% setelah empat minggu pelaksanaan program. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengenali tempat perkembangbiakan nyamuk serta melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk. Jumlah lokasi temuan jentik mengalami penurunan dari 7 lokasi menjadi 2 lokasi, yang menunjukkan adanya perubahan perilaku preventif di lingkungan sekolah dan rumah. Simpulan: Program pemberdayaan Kader Jumantik Cilik efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pencegahan DBD, meningkatkan angka bebas jentik, serta membangun perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Program ini dapat menjadi model intervensi berbasis sekolah yang dapat dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung pengendalian DBD di masyarakat.
Copyrights © 2026