Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian yang terus meningkat di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menyebabkan banyak kasus PTM terlambat terdeteksi sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian PTM, UPTD Puskesmas Palimanan mengembangkan inovasi Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Puskesmas Palimanan sebagai strategi meningkatkan deteksi dini dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Program dilaksanakan melalui kegiatan skrining kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), kolesterol, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sebanyak 3.516 peserta mengikuti kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan capaian deteksi dini PTM dan faktor risiko yang ditemukan selama pelaksanaan program. Hasil: Pelaksanaan inovasi menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan deteksi dini PTM dan pemanfaatan layanan kesehatan. Sebanyak 87,32% peserta berhasil menjalani skrining kesehatan dan mendapatkan deteksi dini faktor risiko PTM. Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan, serta penurunan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas melalui edukasi dan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Simpulan: Inovasi Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Puskesmas Palimanan efektif dalam meningkatkan deteksi dini PTM, kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan. Program ini berpotensi menjadi model pelayanan promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.
Copyrights © 2026