Artikel ini membahas dinamika politik identitas dalam pemilihan umum di Indonesia dengan menyoroti peran agama dalam strategi kampanye Anies Baswedan. Agama semakin menempati posisi penting dalam mobilisasi politik sebagai sumber legitimasi moral, identifikasi pemilih, dan penguatan basis dukungan elektoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis data sekunder, wacana publik, serta kajian literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama tidak hanya berfungsi sebagai identitas kultural, tetapi juga sebagai instrumen politik yang membentuk persepsi pemilih dan memperkuat solidaritas kelompok. Namun, politisasi agama juga memunculkan dampak berupa polarisasi sosial dan tantangan terhadap inklusivitas demokrasi serta kohesi nasional. Artikel ini menegaskan pentingnya komunikasi politik yang beretika dan inklusif agar strategi politik berbasis identitas tidak menggerus nilai pluralisme dan demokrasi di Indonesia.
Copyrights © 2026