Perawat yang bekerja di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) harus memberikan perawatan intensif pada bayi dengan kondisi kritis. Sistem kerja shift malam sering menyebabkan perubahan ritme sirkadian yang berdampak pada penurunan kualitas tidur perawat. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi konsentrasi, ketahanan fisik, serta keselamatan kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunnya kualitas tidur perawat adalah tingkat stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada perawat shift malam di Ruang NICU Rumah Sakit Barat Selatan Provinsi Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive correlative dengan teknik pengumpulan data adalah total sampling pada 55 perawat. Alat pengumpul data berupa kuesioner dengan dua item yaitu kuesioner tingkat stress DASS (Depression Anxiety Stress) dan kuesioner kualitas tidur PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada perawat (r = 0,333; p = 0,013), dengan kekuatan hubungan lemah dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini semakin tinggi stres yang dialami perawat, semakin buruk kualitas tidur yang dilaporkan. Diharapkan institusi pelayanan memperhatikan kesehatan mental perawat melalui dukungan psikologis dan pengelolaan beban kerja guna meningkatkan kualitas tidur dan kinerja perawat NICU.
Copyrights © 2026