Perkembangan transformasi digital menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi menggunakan pemasaran digital. Namun, keterbatasan sumber daya membuat pelaku UMKM kesulitan memilih strategi yang paling efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengambilan keputusan berbasis metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna membantu UMKM kuliner di Kota Palembang memilih strategi pemasaran digital yang optimal. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 16 responden UMKM kuliner dan 3 orang ahli pemasaran digital. Kriteria yang dievaluasi meliputi biaya penerapan, jangkauan pasar, kemudahan penggunaan, potensi peningkatan penjualan, dan interaksi pelanggan. Alternatif strategi yang diuji adalah Search Engine Optimization (SEO), Social Media Marketing, Influencer Marketing, dan Marketplace Marketing. Hasil pembobotan menunjukkan biaya penerapan dan potensi peningkatan penjualan sebagai kriteria paling krusial. Berdasar (Nikamatul)kan perhitungan TOPSIS, Social Media Marketing menempati peringkat pertama sebagai strategi yang paling direkomendasikan dengan nilai preferensi tertinggi (1,0000). Disusul oleh Influencer Marketing (0,4205), Marketplace Marketing (0,2772), dan SEO (0,1902). Simpulannya, Social Media Marketing dinilai sebagai strategi terbaik karena unggul dalam jangkauan, kemudahan, dan interaksi pelanggan bagi UMKM kuliner.
Copyrights © 2026