Kulit jengkol (Archidendron jiringa) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan antibakteri ekstrak kulit jengkol terhadap Lactobacillus acidophilus dengan metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, dan 80% secara berturut-turut yaitu 0,73 mm, 0,73 mm, 1,76 mm, 3,53 mm, dan 4,8 mm. Kontrol positif berupa tetrasiklin menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 18,46 mm, sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak menunjukkan adanya hambatan (0,0 mm). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun masih termasuk dalam kategori lemah. Uji statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p<0,05).
Copyrights © 2026