Pengelolaan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang terus menjadi tantangan di Kecamatan Buaran, terutama akibat meningkatnya aktivitas rumah tangga dan kurangnya praktik pemilahan sampah. Pendekatan ekoteologi menawarkan perspektif yang memadukan nilai-nilai spiritual, moral, dan ekologis sebagai dasar perubahan perilaku masyarakat dalam merawat lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi ekoteologi, pelatihan pemilahan sampah organik–anorganik, pembuatan kompos, dan pemberdayaan kader lingkungan di tingkat RT/RW. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi dan praktik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi (JELITA) di Desa Coprayan, Kecamatan Buaran, berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara produktif. Masyarakat tidak hanya memahami dampak lingkungan dari pembuangan minyak jelantah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Implementasi ekoteologi terbukti efektif sebagai pendekatan berbasis nilai yang mampu memperkuat kesadaran ekologis dan memotivasi masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kecamatan Buaran.
Copyrights © 2025