Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang pandangan Islam terhadap ilmu kimia dalam menjaga kebersihan dan kesucian, dua konsep penting dalam ajaran agama Islam. Kebersihan (thaharah) adalah bagian integral dari kehidupan seorang Muslim, baik dalam konteks ritual ibadah seperti wudhu dan mandi besar, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu kimia, yang berkembang pesat di dunia Islam pada abad pertengahan, turut berkontribusi dalam pengembangan bahan-bahan pembersih seperti sabun dan parfum, yang esensial dalam menjaga kebersihan tubuh. Ilmuwan Muslim para khalifah memberikan kontribusi signifikan dalam penemuan zat kimia yang mendukung praktik kebersihan. Pemahaman Islam yang menyatukan ilmu pengetahuan dan agama menjadikan ilmu kimia sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan fisik dan spiritual. Artikel ini juga menyoroti bagaimana ajaran Al-Qur'an menginspirasi pengembangan ilmu kimia yang sejalan dengan prinsip-prinsip kesucian dalam Islam, khususnya dalam konteks menjaga kebersihan individu dan masyarakat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa ilmu kimia, yang dikembangkan oleh ilmuwan Muslim, tidak hanya menjadi alat bagi kemajuan teknologi dan sains, tetapi juga sarana penting dalam memenuhi tuntutan kebersihan dan kesucian yang ditetapkan oleh ajaran Islam. Keselarasan antara prinsip- prinsip ilmiah dan ajaran agama inilah yang menjadi ciri khas kontribusi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam, khususnya dalam bidang kimia.
Copyrights © 2024