Fear of Missing Out (FOMO) merupakan ketakutan akan ketinggalan tren, sering kali mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam perilaku konsumtif yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji fenomena FOMO dalam konsumerisme di kalangan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi oleh 63 mahasiswa ULM dengan 74,6% diantaranya adalah perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya 68,3% pemicu terbesar perasaan FOMO adalah media sosial, namun ternyata FOMO tidak berperan besar dalam meningkatkan konsumsi di kalangan mahasiswa. Mereka cenderung lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh tren konsumtif, mereka relatif sudah sangat sadar terhadap produk seperti apa yang akan mereka beli. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa ULM memiliki pemahaman yang baik terkait perilaku konsumsi yang sehat, meskipun pengaruh FOMO tetap ada pada sebagian kecil responden. Dalam perspektif Islam, perilaku konsumtif yang didorong oleh perasaan FOMO merupakan suatu hal yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang konsep kesederhanaan dan pengendalian diri. Edukasi terkait keuangan dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran Islam, khususnya tentang konsep kesederhanaan dan pengendalian diri masih tetap diperlukan untuk memperkuat pola konsumsi yang sehat dan bijaksana.
Copyrights © 2024