Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga, khususnya peran orang tua, memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengembangan nilai-nilai agama pada anak usia dini. Proses internalisasi nilai-nilai agama dilakukan melalui aktivitas sehari-hari seperti doa bersama, cerita religius, dan keteladanan orang tua, yang terbukti efektif dalam membentuk moralitas dan etika anak. Interaksi emosional antara anak dan orang tua juga menjadi elemen penting dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap nilai-nilai religius. Penelitian ini menekankan perlunya sinergi antara pendidikan agama formal dan informal serta pentingnya lingkungan keluarga yang harmonis dan religius dalam mendukung pembentukan karakter religius anak sejak usia dini.
Copyrights © 2024