Remaja yang dikenal sebagai masa usia rawan, dimana mereka dipenuhi keingintahuaan dan menuntut kebebasan dalam mengeksplor huru hara dunia. Masa yang penuh konflik dan mempunyai karakteristik khusus sehingga perlu pembinaan dan bimbingan, dalam rangka memperoleh kesadaran beragama yang kemudian akan menjadi kekuatan penggerak dan pegangan dalam proses pembentukan jiwa religius yang mapan. Dalam upaya mencegah penyimpangan pada masa pembentukan jiwa religius pada remaja, diperlukannya landasan ataupun pegangan yang kokoh agar mereka berjalan di jalan yang benar. Kepercayaan yang mereka ikuti juga harus benar benar bisa membuka mata mereka dalam melihat dunia, bijak tidaknya cara mereka menyikapi simpang siur dunia, dan godaan besar untuk bermaksiat tentu juga berasal dari kepercayaan apa yang mereka pijak. Bedasarkan keadaan saat ini, seringnya mendapati kepercayaan atau agama bukan lagi kewajiban yang harus dimiliki, melainkan hanya sebagai formalitas hanya asal memasang gelar tanpa mengetahui apapun yang berkaitan dengan kepercayaannya. Penelitian ini digunakan sebagai bahan evaluasi bagi penerus bangsa dan mencegah terjadinya penyimpangan di masa depan, dengan metode studi litelatur mengumpulkan kesalah pahaman apa saja yang terjadi dalam kepercayaan mereka, sehingga dapat diambil garis besarnya untuk perbaikan masa selanjutnya.
Copyrights © 2024