Penggunaan bahan bakar yang mengandung 10% etanol (E10) telah diusulkan sebagai kebijakan energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meminimalkan emisi gas rumah kaca. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak E10 terhadap kinerja mesin kendaraan di Indonesia, terutama dalam konteks kondisi kendaraan dan infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung implementasi E10 dalam bahan bakar. Tinjauan komprehensif terhadap literatur yang ada menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar E10 pada kendaraan modern dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan daya mesin, sekaligus mengurangi emisi berbahaya, tanpa memerlukan modifikasi signifikan pada kendaraan. Namun, pada kendaraan lama, terdapat risiko korosi dan penurunan kinerja mesin akibat sifat higroskopis etanol dan ketidakcocokan bahan mesin. Kesimpulannya, implementasi E10 di Indonesia berpotensi memberikan dampak positif bagi kinerja dan lingkungan; namun, persiapan lebih lanjut dalam hal kesiapan teknologi kendaraan dan infrastruktur pendukung diperlukan untuk implementasi yang optimal.
Copyrights © 2025