Kualitas air sungai merupakan indikator penting bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan ekowisata seperti Pulau Curiak di Kalimantan Selatan yang menjadi lokasi strategis pemantauan karena berfungsi sebagai kawasan konservasi dan habitat bekantan. Penurunan kualitas air Sungai Barito akibat aktivitas manusia dan alam memerlukan solusi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan memprediksi kualitas air sungai menggunakan algoritma Random Forest untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data parameter kualitas air (pH, DO, TDS, turbidity), pemrosesan data dengan tahapan Knowledge Discovery in Database (KDD), dan pemodelan menggunakan Random Forest. Hasil menunjukkan akurasi model sebesar 75%, dengan prediksi dominasi kualitas "Buruk" pada Agustus 2024. Validasi silang mengungkap variasi akurasi (62,5–87,5%), menunjukkan perlunya optimasi lebih lanjut. Kesimpulannya, Random Forest efektif untuk prediksi kualitas air, tetapi perlu pengembangan model dengan faktor tambahan.
Copyrights © 2025