Seni memiliki fungsi penting sebagai sarana untuk menyalurkan emosi dan merefleksikan kondisi psikologis, serta untuk menyelami kompleksitas emosi manusia, memungkinkan terungkapnya ekspresi emosional secara non-verbal terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana anak-anak di Pesantren Al-Munawir mengekspresikan emosi mereka melalui aktivitas menggambar bebas dengan pendekatan tes grafis dengan House-Tree-Person (HTP). Menggunakan metode kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi karya gambar anak. Hasil studi menunjukkan bahwa gambar-gambar yang dihasilkan mencerminkan berbagai emosi seperti kegembiraan, kecemasan, hingga harapan, yang menunjukkan kondisi psikologis masing-masing anak. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas seni, khususnya menggambar bebas, dapat berfungsi sebagai media refleksi diri dan pendekatan terapeutik dalam lingkungan pesantren. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kegiatan seni dimasukkan secara sistematis ke dalam program pembinaan anak-anak di pesantren untuk mendukung perkembangan emosional dan psikologis mereka secara holistik serta sebagai salah satu upaya untuk melihat perkembangan anak, secara holistik melalui analisis tes grafis yang digunakan.
Copyrights © 2025