Vitamin B neurotropik (vitamin B1, B6, dan B12) telah diketahui memiliki peran yang sangat penting dalam regenerasi saraf dan dalam praktiknya rutin diresepkan pada pasien dengan neuropati diabetik. Studi ini bertujuan untuk menelaah secara kritis mengenai efek suplementasi vitamin B neurotropik terhadap gejala neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah pencarian literatur dengan advanced search pada 3 database, yaitu PubMed, Scopus, dan Cochrane pada rentang tahun 2018-2025 serta diseleksi berdasarkan kriteria eligibilitas yang telah ditentukan. Terpilih 2 artikel dengan desain randomized clinical trial yang dilakukan telaah kritis. Artikel pertama menunjukkan dengan pemberian vitamin B12 oral 1000 µg/ hari selama 12 bulan, didapatkan penurunan skor nyeri yang lebih besar diukur menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) pada kelompok kasus (kasus: baseline 18,4±9,7; setelah 12 bulan 17,1±9 v.s kontrol: 19,3±8,5 setelah 12 bulan 20,9±8,5, p <0,001). Artikel kedua juga menunjukkan pada kelompok yang mendapat injeksi vitamin B12 500 µg selama 9 hari didapatkan penurunan skor nyeri yang lebih baik (4,19±1,54 vs. 2,1±0,83; 95% CI 1,32-2,87; p<0,001) dibanding kelompok plasebo. Tidak ditemukan artikel yang sesuai untuk suplementasi vitamin B1 dan vitamin B6. Kedua artikel menunjukkan hasil yang konsisten dalam perbaikan skor nyeri pada pasien yang mendapat suplementasi vitamin B12 baik secara oral maupun injeksi. Hasil ini masih memerlukan studi dengan ruang lingkup yang lebih besar untuk mendukung rekomendasi suplementasi vitamin B neurotropik khususnya vitamin B12 dalam regimen terapi pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan neuropati diabetik.
Copyrights © 2026