Penelitian ini membahas tradisi tepung tawar dalam adat Melayu di Desa Tanjung Lenggang dengan perspektif syariat Islam berdasarkan Q.S. Al-Hujurat ayat 13, khususnya terkait tauhid dan adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, pelaksanaan, serta kesesuaian tradisi tepung tawar dengan prinsip tauhid dalam Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar merupakan bentuk pelestarian adat, ungkapan syukur, doa, dan sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Tradisi ini dapat diterima dalam Islam selama pelaksanaannya tidak mengandung keyakinan yang bertentangan dengan tauhid, seperti meyakini adanya kekuatan selain Allah SWT. Q.S. Al-Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan bagian dari ketetapan Allah, sehingga adat dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Copyrights © 2026