Indonesian Journal of Public Administration and Policy
Vol. 1 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Public Administration and Policy

Digital Statecraft: Integrating Information Technology Into Islamic Governance Systems

Moses Adeolu AGOI (Lagos State University of education (LASUED))



Article Info

Publish Date
06 Apr 2026

Abstract

Emphasizing the incorporation of information technology to improve administrative efficiency, openness, responsiveness, and policy creation, this paper looks at the confluence of digital transformation and Islamic legal digital statecraft. Governments are increasingly using artificial intelligence (AI), big data analytics, blockchain, cloud computing, and digital public infrastructure (DPI) in the context of the Fourth Industrial Revolution to update public institutions and enhance state capacity. Incorporating cutting-edge technologies into government, however, presents hurdles including ethical accountability, cybersecurity threats, bureaucratic resistance, regulatory compliance, and digital exclusion. To assess digital statecraft, the research creates an analytical framework combining public administration theory with information systems research. Using institutional theory and research on digital governance, it evaluates how technological integration transforms public value generation and administrative legitimacy. Comparative policy analysis and peer-reviewed literature from 2015 to 2025 reveal enabling circumstances, governance hazards, and observable results of digital transformation. Results show that three inextricably linked legs support good digital statecraft: resilient digital infrastructure with interoperability, flexible legislative and ethical structures, and strong institutional capacity including digital leadership. Although integrated digital ecosystems can improve service delivery and citizen involvement, sustained risks like algorithmic prejudice and privacy breaches highlight the necessity of responsible, inclusive, and accountable governance policies. The study as a whole shows that achieving legitimacy and public value in contemporary governance calls for balancing technical invention with institutional, moral, and social factors in order to create sustainable digital statecraft. [Menekankan integrasi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi administrasi, keterbukaan, responsivitas, serta perumusan kebijakan, tulisan ini mengkaji pertemuan antara transformasi digital dan tata kelola negara digital dalam perspektif hukum Islam. Dalam konteks Revolusi Industri Keempat, pemerintah semakin memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), analitik big data, blockchain, komputasi awan, dan infrastruktur publik digital (Digital Public Infrastructure/DPI) untuk memodernisasi institusi publik dan meningkatkan kapasitas negara. Namun, integrasi teknologi mutakhir ke dalam pemerintahan menghadirkan berbagai tantangan, termasuk akuntabilitas etis, ancaman keamanan siber, resistensi birokrasi, kepatuhan regulatif, serta kesenjangan digital. Untuk menilai tata kelola negara digital, penelitian ini mengembangkan kerangka analitis yang menggabungkan teori administrasi publik dengan kajian sistem informasi. Dengan menggunakan teori institusional dan penelitian tentang tata kelola digital, studi ini mengevaluasi bagaimana integrasi teknologi mentransformasi penciptaan nilai publik dan legitimasi administratif. Analisis kebijakan komparatif serta telaah literatur ilmiah bereputasi dari tahun 2015 hingga 2025 mengungkap kondisi pendukung, risiko tata kelola, serta hasil nyata dari transformasi digital. Temuan menunjukkan bahwa tata kelola negara digital yang efektif ditopang oleh tiga pilar yang saling terkait erat: infrastruktur digital yang tangguh dan interoperabel, kerangka legislasi dan etika yang adaptif, serta kapasitas institusional yang kuat termasuk kepemimpinan digital. Meskipun ekosistem digital yang terintegrasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan partisipasi warga negara, risiko berkelanjutan seperti bias algoritmik dan pelanggaran privasi menegaskan pentingnya kebijakan tata kelola yang bertanggung jawab, inklusif, dan akuntabel. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa pencapaian legitimasi dan nilai publik dalam tata kelola kontemporer memerlukan keseimbangan antara inovasi teknologi dengan faktor institusional, moral, dan sosial guna mewujudkan tata kelola negara digital yang berkelanjutan.]

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijpap

Publisher

Subject

Description

Indonesian Journal of Public Administration and Policy (IJPAP), with registered ISSN 3123-6480 (print) and 3124-1735 (online), is a scholarly journal published by Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara, Aceh, Indonesia. The journal is managed and published through the Abdurrauf Institute journal ...