Pancasila sebagai dasar negara sekaligus falsafah hidup bangsa Indonesia mengandung cita-cita luhur untuk membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan beradab. Namun, dalam praktik pendidikan nasional, nilai-nilai Pancasila sering kali berhenti pada tataran slogan dan belum sepenuhnya diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Ahmad Syafii Maarif pernah menyoroti persoalan colonizable mentality atau mentalitas terjajah, yakni kondisi ketika generasi muda kehilangan daya kritis dan mudah terjebak dalam arus pragmatisme. Menurut saya, persoalan tersebut berasal dari pendidikan yang belum mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila serta cenderung pasif, berorientasi pada hafalan, dan kurang memberi ruang bagi anak untuk berpikir reflektif.
Copyrights © 2026