Keselamatan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit, namun penerapan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) oleh perawat masih menghadapi kendala berupa ketidakkonsistenan praktik dan belum optimalnya supervisi terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Supervisi Model Proctor dalam meningkatkan penerapan Sasaran Keselamatan Pasien pada perawat di RSUD Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 perawat yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=16) dan kelompok kontrol (n=16). Kelompok intervensi diberikan Supervisi Model Proctor, sedangkan kelompok kontrol memperoleh supervisi rutin. Penerapan SKP diukur menggunakan lembar observasi enam sasaran keselamatan pasien. Analisis data menggunakan Mixed Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor penerapan SKP pada kedua kelompok, dengan peningkatan lebih besar pada kelompok intervensi. Terdapat interaksi waktu dan kelompok yang signifikan (p<0,001), menunjukkan bahwa Supervisi Model Proctor efektif meningkatkan penerapan SKP pada perawat. Supervisi Model Proctor dapat diterapkan sebagai strategi supervisi keperawatan yang mengintegrasikan fungsi normatif, formatif, dan restoratif dalam memperkuat praktik keselamatan pasien.
Copyrights © 2026