Pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi persoalan yang belum tertangani optimal, ditandai dengan tingginya timbulan sampah serta rendahnya partisipasi pedagang dan keterbatasan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Di Pasar Rakyat Tani Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung, timbulan sampah mencapai 2–3 ton per hari operasional, sementara pasar hanya memiliki satu TPS yang belum memadai dan belum dilakukan pemilahan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi pedagang dan kemudahan akses TPS dengan pengelolaan sampah di pasar tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 140 pedagang yang diambil secara total sampling, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,3% responden memiliki partisipasi aktif, 70,0% memiliki kemudahan akses TPS yang mudah, dan 59,3% memiliki pengelolaan sampah yang baik. Terdapat hubungan bermakna antara partisipasi pedagang dengan pengelolaan sampah (ρ = 0,011; OR = 2,614) dan antara kemudahan akses TPS dengan pengelolaan sampah (ρ = 0,002; OR = 3,512). Disimpulkan bahwa partisipasi pedagang dan kemudahan akses TPS berhubungan dengan pengelolaan sampah, sehingga peningkatan edukasi pedagang serta penyediaan fasilitas TPS yang memadai perlu menjadi prioritas pengelola pasar.
Copyrights © 2026