Stres kerja dan konflik interpersonal merupakan masalah psikososial yang dapat dialami perawat kamar bedah akibat tekanan kerja tinggi, ritme kerja cepat, serta koordinasi multidisiplin yang kompleks. Gaya kepemimpinan kepala ruangan menjadi salah satu faktor organisasi yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan transformasional dengan stres kerja dan konflik interpersonal pada perawat kamar bedah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 perawat kamar bedah di RS Lavalette Malang, RSUD Mardi Waluyo Blitar, dan RSUD Ngudi Waluyo Blitar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ), Nursing Stress Scale (NSS), dan Interpersonal Conflict at Work Scale (ICAWS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan stres kerja (p=0,000; r=-0,530) dan konflik interpersonal (p=0,000; r=-0,664). Hubungan kepemimpinan transformasional dengan konflik interpersonal lebih kuat dibandingkan dengan stres kerja. Semakin efektif kepemimpinan transformasional kepala ruangan, semakin rendah stres kerja dan konflik interpersonal perawat kamar bedah.
Copyrights © 2026