Rasa haus merupakan salah satu bentuk komplikasi pada penderita gagal jantung yang menjalankan program pembatasan cairan. Apabila tidak diberikan tatalaksana yang adekuat, rasa haus dapat memperburuk kondisi penyakit akibat kelebihancairan karena intake yang berlebih. Terapi manajemen haus merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis dapat diterapkan oleh perawat untuk mengatasi haus. Metode penelitian ini menggunakan desain systematic review’s. Artikel-artikel yang dipilih dalam studi ini berkisar antara tahun 2020 hingga 2025 pencarian dilakukan menggunakan 3 database Scopus, Pubmed, EBSCO, Proquest. Penelitian mengikuti panduan prinsip-prinsip Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil lima belas artikel memenuhi kriteria inklusi setelah dievaluasi kualitasnya menggunakan Alat penilaian kritis JBI untuk menentukan kesesuaiannya untuk tinjauan sistematis Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rasa haus dengan memberikan sensasi pada mulut dengan sensasi dingin akan meningkatkan saliva pasien. Peningkatan ini akan mengakibatkan otak mempresepsikan jika rasa haus yang dialami sudah teratasi tanpa perlu menambahkan cairan yang menjadi kontraindikasi bagi pasien dengan gagal jantung
Copyrights © 2026