Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taba Kota Lubuklinggau Tahun 2025. Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential exploratory. Tahap kualitatif melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive, sedangkan tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan 93 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, sedangkan pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square/Fisher’s Exact Test dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,049), praktik ASI eksklusif (p<0,001), dukungan keluarga (p=0,028), dukungan tenaga kesehatan (p=0,004), serta IMD dan konseling menyusui (p=0,009) dengan kejadian stunting. Pada model akhir, praktik ASI eksklusif memiliki OR terbesar (OR=26,679; p=0,003), diikuti dukungan keluarga (OR=6,333; p=0,041) dan pengetahuan ibu (OR=3,893; p=0,021). Pencegahan stunting perlu diperkuat melalui peningkatan ASI eksklusif, edukasi ibu, dan dukungan keluarga yang didukung optimalisasi peran tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026