Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan instrumen pembiayaan kesehatan yang mendukung pelayanan promotif dan preventif di tingkat Puskesmas, termasuk pelayanan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi BOK pada pelayanan kesehatan ibu hamil di Kota Lubuklinggau Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Swasti Saba, Perumnas, dan Mahaprana pada September 2025–Februari 2026. Informan dipilih secara purposive sebanyak 15 orang, terdiri atas kepala Puskesmas, pengelola BOK, pemegang program KIA, bidan, dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan BOK dilakukan melalui lokakarya mini dan mengacu pada petunjuk teknis serta kebutuhan pelayanan, tetapi belum seluruh kebutuhan dapat dibiayai karena keterbatasan anggaran. BOK mendukung ANC, kelas ibu hamil, kunjungan rumah, pemantauan risiko tinggi, KEK dan anemia, pemeriksaan HBsAg, serta P4K. Pencatatan dan pelaporan telah berjalan, tetapi menambah beban administratif. Faktor pendukung meliputi komitmen, koordinasi, dan dukungan pimpinan, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan tenaga, anggaran, rangkap tugas, dan administrasi. Implementasi BOK telah mendukung pelayanan ibu hamil, tetapi belum optimal.
Copyrights © 2026