Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) dan desain Two Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh atlet anak-anak di PB Bimasakti Kota Ternate yang berjumlah 18 atlet. Sampel penelitian berjumlah 16 atlet anak-anak putra yang dibagi menjadi dua kelompok (Kelompok A/Push-Up dan Kelompok B/Melempar Shuttlecock) masing-masing 8 atlet menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan pukulan lob bulutangkis. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas, Paired Sample T-Test, Independent Sample T-Test, serta uji efektivitas N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan push-up terhadap keterampilan pukulan lob, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata (mean) dari pretest 32,25 menjadi posttest 40,50 serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan melempar shuttlecock terhadap keterampilan pukulan lob, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata (mean) dari pretest 31,75 menjadi posttest 43,88 serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05; (3) Terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode latihan, ditunjukkan oleh hasil Independent Sample T-Test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,010 < 0,05. Berdasarkan analisis N-Gain Score, latihan melempar shuttlecock memiliki efektivitas lebih tinggi (rata-rata N-Gain 42,13% / kategori sedang) dibandingkan latihan push-up (rata-rata N-Gain 28,89% / kategori kecil) dengan selisih capaian sebesar 13,23%. Dengan demikian, latihan melempar shuttlecock terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan pukulan lob bulutangkis pada atlet anak-anak putra PB Bimasakti Kota Ternate.
Copyrights © 2026