Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perbaikan pada proses sewing pada Line 44 in-line dan end-line PT. Apparel One Indonesia. Hal ini dilakukan karena tingginya defect yang terjadi pada Line 44 dibandingkan line lainnya. Peneliti menggunakan Six Sigma dimulai dari tahap define, measure, analyze, dan improve. Pada tahap define dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dengan pemetaan proses menggunakan SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Customer. Pada tahap measure ditemukan CTQ sebanyak 4 jenis defect dengan jenis defect yang paling sering terjadi adalah (open seam/run off, Uneven/Wavy top cover stitching, Untrimmed sewing threads or loose, Sewn-In Pleats). Nilai DPMO sebesar 5476,662 dengan level sigma sebesar 4.044. Pada tahap analyze, ditentukan target level 6 sigma maka harus dilakukan penurunan DPMO sebesar 99,94% serta peningkatan Sigma sebesar 49 % dari baseline kinerja. Fishbone diagram digunakan untuk menganalisa sumber permasalahan yang ada dengan membaginya menjadi 4 faktor, yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, faktor lingkungan dan faktor material. Pada tahap improve diberikan usulan perbaikan berdasarkan analisis sumber permasalahan sebelumnya.
Copyrights © 2026