Pelatihan literasi geospasial bagi guru geografi umumnya dievaluasi menggunakan instrumen kepuasan tunggal, sehingga kesenjangan antara pemahaman konsep dan keterampilan penerapan sering kali tidak terdeteksi. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Provinsi Jawa Tengah untuk melatih guru Sekolah Menengah Atas dalam memanfaatkan Google My Maps sebagai media pemetaan digital di kelas. Tujuan kegiatan adalah memperkuat literasi geospasial guru melalui pemaduan konsep keruangan dengan praktik langsung serta mengevaluasi capaian peserta secara terpisah pada dimensi konseptual dan aplikatif. Kegiatan dilaksanakan pada 23 April 2026 dan diikuti oleh 129 guru yang mengisi kuesioner daring pascapelatihan berskala Likert empat poin sebanyak 33 butir, terdiri atas 11 butir Persepsi Kompetensi Konseptual Keruangan dan 22 butir Persepsi Kompetensi Aplikatif Geospasial. Evaluasi dilengkapi dengan wawancara terhadap lima peserta dan satu pertanyaan terbuka yang dijawab oleh 125 responden. Analisis meliputi uji konsistensi internal, statistik deskriptif, uji normalitas, uji peringkat bertanda Wilcoxon, pemeringkatan butir, serta analisis tematik. Kedua konstruk memiliki konsistensi internal yang sangat baik dengan Cronbach’s alpha 0,920 dan 0,976. Skor dimensi konseptual lebih tinggi daripada dimensi aplikatif (Z = −6,738; p < 0,001; r = 0,593), meskipun selisihnya kecil secara praktis dan 29% peserta tidak menunjukkan perbedaan. Butir terendah pada dimensi aplikatif berkaitan dengan keterampilan tingkat lanjut, yaitu penyusunan proyek pemetaan dan evaluasi akurasi data. Informan menunjuk keterbatasan durasi sebagai penyebab utama, sedangkan harapan pelatihan lanjutan yang paling spesifik adalah pendalaman GIS, WebGIS, dan pemetaan sebanyak 22,4%. Kegiatan ini menawarkan model evaluasi diagnostik dua konstruk sebagai alternatif evaluasi kepuasan tunggal yang dapat direplikasi di daerah lain.
Copyrights © 2026