Yayasan Hasballah Syam di Kota Medan masih menghadapi keterbatasan media pembelajaran sains dan teknologi yang interaktif, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Proyek PINTAR dilaksanakan untuk menghubungkan edukasi lingkungan, pembelajaran STEM, dan teknologi tepat guna melalui mesin pemilah sampah otomatis. Program berlangsung selama delapan bulan melalui tahap persiapan dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pemasangan mesin, pendampingan, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Evaluasi pascakegiatan melibatkan 130 siswa menggunakan kuesioner lima butir berskala empat pilihan dan observasi praktik pemilahan. Dua kategori jawaban teratas digabungkan sebagai respons positif, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus persentase. Sebanyak 585 dari 650 respons kuesioner (90%) berada pada kategori positif, sedangkan 104 dari 130 siswa (80%) dapat mempraktikkan pemilahan sampah dengan benar. Satu unit mesin berhasil dipasang, disertai pembentukan titik pengumpulan sampah terpilah dan jejaring dengan bank sampah setempat. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin pemilah sampah dapat digunakan sebagai media belajar kontekstual yang membantu siswa menghubungkan konsep sensor, otomatisasi, dan pengelolaan lingkungan Dengan demikian, Proyek PINTAR menunjukkan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi jembatan yang efektif antara pembelajaran sains, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026