Cyber Public Relations (Cyber PR) memungkinkan lembaga pemerintah bergerak dari komunikasi satu arah menuju komunikasi yang lebih interaktif dan dialogis dengan publik. Penelitian ini menganalisis strategi Cyber PR Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok melalui akun Instagram @imigrasi_depok dalam membangun citra institusional dan keterlibatan publik, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitasnya, menggunakan Excellence Theory sebagai kerangka utama. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan dua pengelola akun, dua pengikut aktif, dan satu pakar humas independen, serta dokumentasi, divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, dan teori, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Temuan penelitian adalah lembaga telah bergerak melampaui model public information satu arah menuju pola dua arah yang lebih dialogis pada level operasional, didukung kompetensi pengelolaan konten yang memadai meski dengan keterbatasan personel. Shared expectation masih situasional dan top-down pada keputusan rutin, sementara participative culture tergolong cukup organik. Kualitas relasi organisasi-publik menunjukkan trust, commitment, dan satisfaction yang kuat, namun control mutuality relatif masih lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi ini membuahkan hasil nyata pada level operasional, namun perlu dikuatkan pelembagaannya pada level kebijakan strategis, terutama dalam menunjukkan kepada publik bahwa masukan mereka turut membentuk kebijakan komunikasi.
Copyrights © 2026