Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang membutuhkan pengobatan secara teratur dan tuntas untuk mencapai keberhasilan terapi. Di Kabupaten Tapanuli Utara, tercatat 646 kasus TB pada tahun 2022 dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 52,50%, masih jauh dari target nasional 85%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan efektivitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Hutabaginda Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 50 pasien sebagai sampel. Data diperoleh melalui kuesioner pelayanan kesehatan dan Medication Morisky Adherence Scale-8 (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada α=0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara aksesibilitas (p=0,000), interaksi tenaga kesehatan (p=0,000), ketersediaan obat (p=0,003), edukasi (p=0,000), serta monitoring dan follow-up (p=0,000) dengan kepatuhan pengobatan. Disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB paru.
Copyrights © 2026