Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melalui instrumen Modul Nusantara merupakan upaya strategis untuk memperkuat kohesi sosial dan pemahaman multikultural di kalangan mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai kebhinekaan, inspirasi, dan refleksi guna membangun integritas mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa yang menghargai kemajemukan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan experiential learning yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi 11 agenda utama, di antaranya studi moderasi beragama di situs sejarah (Masjid Kalipasir dan Vihara Avalokitesvara), live-in di masyarakat adat Suku Baduy, dialog inspiratif bersama tokoh perubahan (Tasawuf Underground), hingga aksi nyata melalui kontribusi sosial di RA Yasmin. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi paradigma mahasiswa dari pemahaman toleransi yang bersifat teoritis menjadi kesadaran praktis yang inklusif. Proses refleksi kritis terbukti efektif dalam meningkatkan empati sosial dan keterbukaan cara pandang terhadap perbedaan etnis maupun religi. Kesimpulannya, program Modul Nusantara berhasil membangun jembatan komunikasi lintas budaya dan memperkokoh rasa persatuan nasional mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Copyrights © 2026