Limbah biomasa kelapa sawit seperti tandan kosong sawit (TKS), cangkang sawit (CKS), dan lumpur sawit merupakan sumber daya lokal yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal di Kalimantan Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda dalam mengolah limbah biomasa sawit menjadi arang briket sebagai energi baru terbarukan. Program dilaksanakan di Desa Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Metode yang digunakan meliputi seminar, diskusi, kunjungan industri ke PT Bumi Pratama Khatulistiwa, serta praktik pembuatan arang briket menggunakan campuran TKS (50%), lumpur sawit terfermentasi (40%), dan CKS (10%) dengan perekat tepung tapioka. Sebanyak 25 pemuda berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 78,5%. Sebagian besar peserta menyatakan berminat mengembangkan usaha arang briket secara mandiri maupun berkelompok setelah mengikuti pelatihan. Hasil ini menunjukkan bahwa program pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas pemuda dan mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis energi terbarukan di tingkat desa.
Copyrights © 2026