Ketahanan pangan desa dapat diperkuat melalui optimalisasi sumber daya lokal yang melibatkan masyarakat secara aktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas PKK dan Gapoktan Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dalam mengolah hasil dan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli–6 Agustus 2026 dengan melibatkan 60 peserta, terdiri atas 30 anggota PKK dan 30 anggota Gapoktan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kelompok PKK dilatih mengolah ubi jalar menjadi tepung menggunakan mesin perajang, cabinet dryer, dan mesin penepung, sedangkan Gapoktan dilatih membuat pupuk bokashi berbahan jerami padi, dedak, arang sekam, EM4, dan molase. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan median pengetahuan PKK dari 4 menjadi 7 dan Gapoktan dari 3 menjadi 7, dengan p=0,001 (p<0,05). Sebanyak 100% peserta PKK mampu membuat tepung dan mengoperasikan mesin penepung, sedangkan 80% peserta Gapoktan mampu membuat bokashi secara mandiri. Kegiatan menunjukkan bahwa integrasi pengolahan pangan dan pemanfaatan limbah pertanian mampu meningkatkan nilai tambah, mengurangi limbah, mendukung diversifikasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan komoditas desa, memperpanjang masa simpan hasil pertanian, serta menyediakan sumber bahan organik untuk mendukung keberlanjutan budidaya tanaman di tingkat desa.
Copyrights © 2026