Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi sumber daya alam yang didominasi oleh sektor pertanian dan kawasan hutan. Namun, pengelolaan lahan yang belum optimal, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sistem agroforestri, serta masih terbatasnya pemanfaatan hutan desa secara berkelanjutan menjadi tantangan dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu program pengabdian kepada masyarakat yang mampu mengintegrasikan aspek pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai penerapan agroforestri, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan desa, serta merancang model pendampingan berbasis partisipatif sebagai upaya mendukung keberlanjutan program. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, identifikasi potensi dan permasalahan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi penerapan agroforestri, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sehingga masyarakat berperan sebagai subjek utama dalam setiap tahapan kegiatan. Luaran yang diharapkan meliputi meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai agroforestri, terbentuknya model pendampingan berbasis partisipatif, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan desa, serta tersusunnya rekomendasi implementasi agroforestri yang sesuai dengan karakteristik Desa Kedungsari. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan kapasitas masyarakat, serta dampak jangka panjang berupa penguatan kelembagaan masyarakat, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian hutan desa secara berkelanjutan
Copyrights © 2026