Desa Sempan menghadapi permasalahan dalam pengelolaan dan perencanaan infrastruktur akibat belum optimalnya pemutakhiran data kewilayahan serta keterbatasan pengelolaan data spasial. Kondisi tersebut menyebabkan proses penentuan prioritas pembangunan belum sepenuhnya didukung oleh informasi yang akurat dan terdokumentasi secara spasial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi Pemerintah Desa Sempan dan masyarakat dalam menyusun Profil Infrastruktur Desa yang valid, mutakhir, partisipatif, dan berbasis spasial. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta masyarakat umum. Metode yang digunakan meliputi participatory mapping, participatory planning, observasi lapangan, pengambilan titik koordinat menggunakan GPS atau perangkat berbasis smartphone, diskusi kelompok, serta analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil kegiatan berupa inventarisasi dan pemetaan sarana pelayanan umum serta jaringan prasarana desa yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, perniagaan, transportasi, energi, telekomunikasi, air minum, dan drainase. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur Desa Sempan telah mendukung kebutuhan dasar masyarakat, tetapi masih terdapat kesenjangan pelayanan dan beberapa infrastruktur yang belum tersedia. Profil Infrastruktur Desa yang dihasilkan dapat menjadi baseline bagi pemerintah desa dalam penyusunan RKPDes, penentuan prioritas pembangunan, dan pengalokasian anggaran secara lebih tepat sasaran. Kegiatan ini juga memperkuat pemanfaatan data spasial dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi pengembangan tata kelola desa berbasis data menuju smart village yang adaptif dan berkelanjutan
Copyrights © 2026