Bencana hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah berkali-kali merusak aset publik desa seperti kantor desa, sekolah, jalan, dan fasilitas kesehatan, sebagian besar karena aset tersebut dibangun tanpa mempertimbangkan risiko banjir dan bencana lainnya secara memadai. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 PTNBH yang bertujuan memperkuat kapasitas aparatur Desa Simpang Kutabuluh, Kabupaten Langkat, dalam perencanaan aset publik tangguh bencana. Tahap pertama kegiatan berupa sosialisasi dan diskusi kelompok terarah yang disampaikan oleh tim lintas perguruan tinggi dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Terbuka, dan Universitas Andalas, mencakup konsep manajemen aset publik berbasis risiko, kerangka risiko bencana, dan identifikasi awal aset publik rentan bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang memadukan ceramah, diskusi, dan lembar kerja inventarisasi aset terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman aparatur desa terhadap konsep risiko berbasis bencana (bahaya, paparan, kerentanan), tersusunnya daftar awal aset publik beserta riwayat bencana yang pernah dan beresiko akan terjadi, serta kesepakatan untuk melanjutkan ke tahap survei koordinat GPS dan pemetaan GIS. Kegiatan ini menjadi fondasi bagi integrasi pertimbangan risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa (RPJMDes/RKPDes) dan berkontribusi pada penguatan dimensi ketahanan lingkungan dalam Indeks Desa Membangun.
Copyrights © 2026