Keselamatan berlalu lintas merupakan isu penting, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak, mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang didominasi oleh faktor manusia, seperti rendahnya disiplin berkendara dan penggunaan alat keselamatan. Di Kabupaten Ciamis, tingginya angka kecelakaan dan rendahnya kepatuhan penggunaan helm pada anak menunjukkan perlunya edukasi yang berkelanjutan. Kondisi serupa ditemukan di Posyandu Cigintung, Desa Sadananya, di mana sebagian besar aktivitas ibu dan anak menggunakan sepeda motor, namun kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan disiplin berlalu lintas melalui sosialisasi berbasis pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan Posyandu sebagai media edukasi. Program dilaksanakan fokus pada sasaran ibu dan anak melalui koordinasi, sosialisasi, pelatihan keselamatan berlalu lintas, penerapan Smart Safety Kit Berkendara yang terdiri atas helm SNI anak, safety reminder card, poster, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan diikuti sekitar 45 peserta yang terdiri atas ibu, anak, kader Posyandu, dosen, dan mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, video edukasi, simulasi, serta praktik penggunaan perlengkapan keselamatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 58,7 pada pre-test menjadi 86,9 pada post-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran keselamatan berlalu lintas. Program juga berhasil memperkuat kapasitas mitra dan peran Posyandu sebagai pusat edukasi masyarakat. Pendekatan berbasis keluarga dan pemberdayaan kader Posyandu mendukung perubahan perilaku yang berkelanjutan sehingga program berpotensi direplikasi di Posyandu lain untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas dan keselamatan keluarga.
Copyrights © 2026