Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor dan banjir, namun kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat belum memiliki kapasitas yang memadai dalam pencatatan dan pelaporan korban bencana. Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan prosedur operasional standar (SOP), formulir baku, serta minimalnya pelatihan yang pernah diterima. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader Posyandu dalam pencatatan dan pelaporan korban bencana melalui pendekatan pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat aktif. Kegiatan yang dilaksanakan terhadap 30 kader dari 15 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cimanggung dan Puskesmas Sawah Dadap, meliputi tahap empat: persiapan dan penyusunan instrumen, pelatihan interaktif berbasis andragogi, pendampingan lapangan melalui simulasi skenario bencana, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 44,5% meningkat menjadi 93,5% pada post-test, atau setara dengan peningkatan sebesar 110%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada materi prosedur tanggap gempa bumi (10% menjadi 90%) dan tujuan formulir pelaporan korban bencana (35% menjadi 100%). Kegiatan ini juga menghasilkan modul pelatihan, SOP, dan pencatatan korban bencana yang siap digunakan secara berkelanjutan. Pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan kapasitas komunitas dalam mendukung sistem informasi kebencanaan berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.
Copyrights © 2026