Puskesmas mampu PONED merupakan simpul krusial dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) akibat komplikasi seperti persalinan lama. Di Indonesia, 41% komplikasi persalinan disebabkan oleh persalinan lama yang dipicu oleh nyeri dan kecemasan, namun baru 12,9% bidan PONED yang terpapar pelatihan komplementer. Pengabdian masyarakat dengan skema Program Kemitraan Wilayah (PKW) ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui hilirisasi inovasi teknologi tepat guna berupa terapi komplementer hipnopresur dan aromaterapi. Mitra kegiatan adalah 23 bidan PONED di Kelurahan Cangkol dan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Metode pelaksanaan meliputi perizinan, Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan pelatihan hipnopresur (kombinasi titik Li4 dan Sp6) serta aromaterapi, pemberian post-test, dan evaluasi. Pelatihan berjalan optimal dan berhasil meningkatkan pemahaman teoretis serta keterampilan psikomotor bidan dalam mengaplikasikan hipnopresur secara mandiri sesuai SOP. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa video edukasi di YouTube, publikasi media massa, serta draf HAKI untuk leaflet dan video. Penguasaan teknik non-farmakologis yang murah dan efektif ini terbukti menjadi solusi preventif bagi bidan di fasilitas kesehatan dasar untuk menstimulasi oksitosin endogen, mereduksi kecemasan, dan mencegah partus lama. Pelatihan inovasi komplementer ini efektif meningkatkan kapasitas profesional bidan PONED dalam manajemen persalinan yang aman dan nyaman. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Puskesmas setempat untuk mengintegrasikan metode hipnopresur ke dalam standar prosedur operasional (SOP) asuhan persalinan normal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026