Paparan suhu tinggi pada destinasi wisata tropis meningkatkan risiko heat stroke dan henti jantung mendadak, terutama pada pekerja sektor pariwisata yang beraktivitas di ruang terbuka. Bali Zoo sebagai wahana wisata alam dengan suhu rata-rata 30–34°C melaporkan insiden heat-related illness dan henti jantung dalam dua tahun terakhir, menunjukkan perlunya penguatan respons dini berbasis komunitas. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan model Community-Based First Responder (CBFR) yang mengintegrasikan pelatihan penanganan heat stroke dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam satu paket intervensi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 melalui penyuluhan interaktif, simulasi teknik pendinginan berbasis prinsip cool first–transport second, pelatihan CPR 30:2 menggunakan manekin, serta monitoring implementasi lapangan. Evaluasi menggunakan pretest–posttest menunjukkan peningkatan rata-rata skor heat stroke dari 60 menjadi 90 (peningkatan absolut 30 poin; 50% relatif) dan skor CPR dari 40 menjadi 90 (peningkatan absolut 50 poin; 125% relatif). Tindak lanjut satu bulan pasca intervensi menunjukkan perubahan sistemik berupa penambahan cooling point, pemasangan signage edukasi, peningkatan kepatuhan hidrasi, serta penguatan penerapan SOP kegawatdaruratan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong adaptasi organisasi terhadap risiko kesehatan akibat peningkatan suhu global. Model ini berpotensi direplikasi pada destinasi wisata tropis lainnya dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 3, SDGs 8, SDGs 13, dan SDGs 17 melalui penguatan perlindungan kesehatan pekerja, ketahanan sektor pariwisata, adaptasi perubahan iklim, serta kolaborasi universitas–industri.
Copyrights © 2026