Limbah sekam padi di Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku briket bioarang, tetapi pemanfaatannya oleh masyarakat masih belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan pemberdayaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Karang Taruna, dalam memanfaatkan sekam padi menjadi briket bioarang melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klempun pada 22 Juli 2026 dengan melibatkan 13 peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pada setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari karbonisasi sekam padi, penghalusan dan penimbangan arang, pembuatan perekat tepung tapioka, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti dan mempraktikkan tahapan pembuatan briket menggunakan peralatan sederhana dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dalam mengubah limbah sekam padi menjadi produk bernilai tambah serta membuka peluang pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif. Pelatihan dan pendampingan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026