Gastritis merupakan salah satu penyakit pada sistem pencernaan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering berhubungan dengan faktor stres. Stres yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan sekresi asam lambung dan menurunkan aliran darah ke mukosa lambung, sehingga menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gastritis yang berobat di Puskesmas Tigo Baleh sebanyak 104 orang, dengan sampel ditentukan menggunakan teknik purposional sampling sehingga sampel menjadi 83 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, mencakup variabel tingkat stres dan kejadian gastritis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori stres sedang–tinggi, dan sebagian besar responden yang mengalami gastritis memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan dengan responden tanpa gastritis. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian gastritis (p 0,001< 0,05) yaitu hubungan nya sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi manajemen stres serta pola hidup sehat guna menekan angka kejadian gastritis di masyarakat.
Copyrights © 2026