Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya lampu hias duduk yang berbasis Ornamen Batak Toba, serta mengangkat nilai-nilai budaya Batak Toba ke dalam karya seni terapan yang fungsional dan estetis. Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melestarikan ragam hias Batak Toba yang kaya akan makna filosofis dan keindahan bentuk, serta mengaplikasikannya ke dalam bentuk karya yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Objek dalam penelitian ini adalah Ornamen Batak Toba yang terdiri dari tujuh motif utama, yaitu Sitompi, Dalihan Na Tolu, Simeol-meol, Iran-iran, Simataniari, Gajah Dompak, dan Ipon-ipon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penciptaan karya seni dengan metode deskriptif kualitatif, yang meliputi tahap persiapan, eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Proses penciptaan dimulai dengan pemilihan motif ornamen, pembuatan sketsa desain, pemilihan bahan utama berupa kayu jati Belanda (pinus) dan triplek, hingga proses pembuatan, penghalusan, pewarnaan dengan cat akrilik warna hitam, merah, dan putih, serta pelapisan clear spray bening agar karya tahan lama dan tampak mengkilap. Hasil penelitian ini berupa dua belas karya lampu hias duduk yang masing-masing memiliki nama dan makna yang berbeda sesuai dengan ornamen yang digunakan, yaitu Sinar Ni Jabu, Marsihaholongan, Bonang Pasaribu Ipon, Simeol-meol, Simataniari, Sitompi, Dalihan Na Tolu, Sondang, Iran-iran, Gajah Dompak, Sondang Ni Jabu, dan Sinar Ni Ngolu. Setiap karya memiliki ukuran, bentuk, dan penempatan ornamen yang disesuaikan dengan karakteristik motif serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Diharapkan hasil penciptaan ini dapat menjadi alternatif karya seni terapan yang memperkaya wawasan seni rupa sekaligus berperan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Batak Toba kepada masyarakat luas.
Copyrights © 2026