Industri media massa di Indonesia menghadapi tekanan disrupsi digital yang ditandai oleh menurunnya pendapatan iklan konvensional dan bergesernya audiens ke platform digital, sehingga perusahaan media perlu menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang inovatif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi media partner yang diterapkan Tempo Media Group sebagai bentuk Integrated Marketing Communication (IMC) dalam mempromosikan produk media, memahami proses pelaksanaannya, serta mengidentifikasi alasan penggunaan strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi pada April–Juni 2026. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas Manager Marketing Communication, staf media partner, dan satu mitra eksternal penyelenggara acara. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Kerangka analisis memakai teori Marketing Public Relations Thomas L. Harris melalui Three Ways Strategy, yaitu Pull, Push, dan Pass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media partner dijalankan sebagai kolaborasi promosi yang saling menguntungkan melalui skema barter penuh maupun semi-barter. Pull Strategy diwujudkan melalui branding, aktivasi, dan penyelenggaraan acara bersama mitra; Push Strategy melalui promosi langsung seperti diskon berlangganan Tempo Digital pada momentum acara; dan Pass Strategy melalui kemitraan berkelanjutan dengan institusi bereputasi baik untuk memperkuat citra Tempo yang kredibel. Strategi tersebut memperluas jangkauan audiens, meningkatkan efisiensi biaya promosi, dan memperkuat daya saing Tempo Media Group.
Copyrights © 2026