Kehamilan usia dini masih menjadi masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi meningkatkan risiko terjadinya kehamilan pada usia sekolah. Data global menunjukkan sekitar 21 juta remaja usia 15–19 tahun mengalami kehamilan setiap tahun (WHO, 2024). Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 25,8% remaja usia 15–19 tahun pernah hamil. Di Kabupaten Bangli, kasus kehamilan usia dini meningkat dari 19 kasus (2020) menjadi 40 kasus (2022). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang kehamilan usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Kintamani, Bangli pada Bulan Februari 2026. Populasi 211 siswi, sampel 152 responden menggunakan stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan, analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komisi Etik Institut Teknologi dan Kesehatan Bali dengan nomor surat DL.02.02.04367.TU.IX.2025 pada tanggal 23 Desember 2025. Rata-rata pengetahuan sebelum intervensi 59,77 meningkat menjadi 97,67 setelah pemberian video edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value <0,001. Video edukasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan usia dini di SMP Negeri 2 Kintamani, Bangli.
Copyrights © 2026