Menurut Laporan Tuberkulosis Global 2023, Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dimana Indonesia (10%) sebagai penyumbang peringkat kedua kasus global. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 Kasus TB di DKI Jakarta terdapat 263 kasus per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini menggambarkan angka kuman dalam ruang rumah terhadap kejadian TB Paru. Dengan variabel independen angka kuman dalam ruang dan variabel dependen kejadian TB Paru (BTA positif). Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Jumlah sampel 59 kasus (BTA positif) dan 59 kontrol (BTA negatif) diuji menggunakan Chi Square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara angka kuman dalam ruang rumah dengan kejadian TB Paru dengan nilai OR=73,61(9,54 - 567,57). Selain itu terdapat variabel faktor lingkungan yang berisiko terjadinya TB Paru yaitu jenis lantai ruangan dengan nilai OR=0,65 (95% CI=0,10-4,07); jenis dinding ruangan dengan nilai OR=1,00 (95% CI=0,136-7,34); kepadatan hunian rumah dengan nilai OR=1,22 (95% CI=0,59-2,52); ventilasi ruangan dengan nilai OR=1,36 (95% CI=0,62-2,96); pencahayaan ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=0,91-4,40); suhu ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=1,68-2,42) dan kelembaban ruangan dengan nilai OR=1,87 (95% CI=0,89-3,91). Hasil penelitian menunjukkan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman dalam ruang tidak memenuhi standard berisiko 73,61 kali menderita TB Paru dibandingkan dengan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman yang memenuhi syarat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif dalam pengendalian faktor lingkungan
Copyrights © 2026