Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Posyandu Handayani 19, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, dan meningkatkan risiko kesehatan ibu hamil karena terganggunya akses pelayanan antenatal. Kader Posyandu Handayani 19 (10 orang) belum memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dalam deteksi dini risiko kehamilan, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), identifikasi tanda bahaya kehamilan, serta edukasi gizi ibu hamil pada kondisi pascabanjir. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan kader sebagai Kader Siaga Kesehatan Pascabanjir di Posyandu Handayani 19, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, observasi lapangan, pelatihan (4 pertemuan, 3-4 jam/pertemuan), praktik keterampilan, penerapan teknologi tepat guna (Posyandu Kit, Antropometri Kit, Media Edukasi, Food Model, Buku Saku, dan Papan Gizi), pendampingan, dan evaluasi melalui pretest-posttest serta observasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari rata-rata 39,17 (pretest) menjadi 85,00 (posttest), meningkat 45,83 poin, dan 90% kader mampu memanfaatkan sarana pendukung yang diserahkan. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini risiko kehamilan dan edukasi gizi di wilayah Posyandu Handayani 19, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Copyrights © 2026