Kawasan Korong Padang, yang termasuk dalam wilayah Nagari Balai Baiak Malai III Koto, IV Koto Aur Malintang, menyimpan peluang pengembangan agrowisata dari komoditas unggulan setempat, terutama jagung. Peluang tersebut belum tergarap secara maksimal sebab pengetahuan petani terhadap cara bertani modern masih terbatas dan lahan jagung belum diarahkan sebagai sarana wisata edukasi. Program pengabdian ini disusun untuk menggali potensi tersebut melalui keterlibatan langsung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pariwisata, baik dalam mendampingi praktik bertani maupun dalam menguatkan gagasan wisata edukasi berbasis pertanian. Pelaksanaannya mengacu pada pendekatan Participatory Action Research (PAR), di mana warga dilibatkan sejak tahap menemukan persoalan, menyusun rencana, menjalankan kegiatan, sampai menilai hasilnya bersama-sama. Rangkaian kegiatan mencakup persiapan, sosialisasi kepada warga, bimbingan teknis budidaya jagung, penataan lahan menjadi spot agrowisata, serta pengukuran hasil belajar peserta melalui pre-test dan post-test. Setelah kegiatan berlangsung, pemahaman peserta terhadap teknik bertani jagung yang baik naik dari rata-rata 58% menjadi 85%, dan telah tersusun rancangan awal spot agrowisata yang disambut baik oleh perangkat nagari maupun kelompok tani. Program ini juga menghasilkan sejumlah produk nyata, yakni peta potensi lahan, papan informasi edukatif, dan rancangan pengelolaan kelompok sadar wisata pertanian. Dapat disimpulkan, keterlibatan mahasiswa KKN Pariwisata dalam pendampingan ini berhasil mendorong pemanfaatan potensi agrowisata berbasis komoditas lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian warga terhadap sektor pertanian sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026