Desa Kepatihan, Kabupaten Wonogiri, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat topografi perbukitan dan curah hujan tinggi, yang diperparah oleh terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai langkah mitigasi terstruktur. Kegiatan pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Kepatihan dalam menghadapi risiko bencana tanah longsor berbasis indikator SDGs 11 dan 13. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat melalui tiga tahapan utama: pemetaan risiko bencana berbasis QGIS dan InaRISK, sosialisasi Tas Siaga Bencana (TSB), serta simulasi evakuasi Simpul Aman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peta risiko bencana berhasil menetapkan zona rawan, rute evakuasi, dan titik kumpul di Lapangan Krumpyung. Edukasi TSB dan simulasi interaktif memberikan pengalaman langsung kepada warga mengenai respons darurat, pembagian peran, dan penanganan korban. Meskipun demikian, program ini belum mengukur perubahan pengetahuan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Kesimpulannya, integrasi pemetaan risiko bencana dan simulasi efektif memperkuat kapasitas mitigasi warga, sehingga disarankan adanya evaluasi terukur serta pelatihan evakuasi secara berkala
Copyrights © 2026