Pesatnya perkembangan teknologi pertanian modern seperti smart farming, pendidikan kejuruan di Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan teknologi otomasi dan konektivitas digital ke dalam proses pembelajaran. Kondisi ini berdampak langsung pada minimnya pengalaman praktis siswa dalam mengoperasikan sistem berbasis teknologi, sehingga kompetensi yang mereka miliki belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan industri pertanian masa kin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons siswa terhadap penggunaan alat penyiraman otomatis berbasis ESP32 sebagai media pembelajaran konsep smart farming, serta mengidentifikasi peluang penerapannya di SMKN 4 Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data diperoleh melalui beberapa metode, yaitu pengamatan langsung, penyebaran angket, dan pengumpulan dokumen pendukung. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan persentase untuk menggambarkan tingkat respons siswa. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ranah kognitif, siswa meraih rata-rata persentase 75% dengan kualifikasi baik, yang membuktikan keberhasilan mereka dalam mencerna konsep operasional alat. Selanjutnya, ranah afektif mencatatkan angka 78% (kategori baik) yang merefleksikan tingginya ketertarikan serta sikap positif siswa. Adapun pada ranah konatif, diperoleh skor rata-rata 76% (kategori baik) yang mengindikasikan adanya komitmen siswa untuk mengimplementasikan inovasi tersebut. Secara umum, media pembelajaran berbasis ESP32 ini dinilai sangat prospektif dalam mengakselerasi pemahaman teknologi pertanian modern di lingkungan SMKN 4 Gowa.
Copyrights © 2026